Tenaga Kerja Masih Minim Sertifikas


Tenaga Kerja Masih Minim Sertifikas Menghadapi pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini yang sudah dimulai. Tenaga kerja, terutama yang lokal di Samarinda masih banyak yang belum bersertifikat. Tentunya hal ini akan berpengaruh dalam daya saing pekerja dengan tenaga kerja dari luar negeri. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, Sucipto Wasis mengatakan, pihaknya telah menggagas program sertifikasi bagi para pencari kerja lokal sesuai keahlian. Apalagi hal itu menjadi syarat agar mampu bersaing dengan pencari kerja lainnya. “Ini syarat untuk mampu bekerja di tengah pemberlakuan MEA. Banyaknya pencari kerja dari negara-negara ASEAN lain yang siap menjadi pesaing,” ucap Wasis sapaan akrabnya. Ia menambahkan, Para pencari kerja lokal, khususnya yang berada di kota ini masih perlu mendapatkan bimbingan. Terutama untuk bisa meningkatkan keahlian dalam berbagai bidang. Dirinya bahkan mengklaim, kini Disnaker telah rutin menggelar beragam bimbingan kerja, untuk meningkatkan kualitas pekerja. “Melihat daya saing pencari kerja lokal kami nilai masih kalah saing dengan pencari kerja yang berada dari luar,” tuturnya. Diungkapkannya, saat ini sudah ada peraturan daerah (perda) yang mengatur penerimaan tenaga kerja yang mendahulukan penduduk lokal. Namun, hal itu bukan berarti pencari kerja lokal bisa berdiam diri. Tentu wajib pula menyiapkan keahlian untuk menunjunag pekerjaan. “Perda yang mengatur untuk memprioritaskan penduduk lokal dulu diterima kerja. Kalaupun harus memanggil tenaga kerja dari luar daerah, itu dilakukan jika dari lokal sudah tidak ada yang sesuai dengan ketentuan dan syarat kerja,” jelasnya. Hal ini menurutnya, bentuk kepedulian pemerintah dengan masalah yang dihadapi pekerja. Termasuk juga dengan melakukan pembekalan kerja. Tetapi bukan untuk para pekerja, melainkan angkatan kerja baru. “Kami memprioritaskan angkatan kerja baru untuk diberi bekal. Misalnya pelatihan bagi mereka yang baru lulus dan lain-lain. Supaya tidak menjadi pengangguran,” pungkasnya. Source from prokal.co

Media Sosial