Merencanakan Strategi untuk Menjadi Pemenang


Merencanakan Strategi untuk Menjadi Pemenang Pernahkah Anda merasa sangat bersemangat meraih gelar juara dalam sebuah kompetisi? Familiarkah Anda dengan rasa menggebu-gebu dan excited ketika berusaha menjadi yang terbaik? Mungkin Anda bisa berusaha mengingat-ingat ke masa ketika Anda masih kecil dan pertama kali memenangkan perlombaan. Entah itu lomba makan kerupuk di acara 17an ataupun meraih juara 1 di kelas saat pembagian rapor. Ingatkah bagaimana rasa senang dan bangga yang Anda rasakan saat peristiwa itu terjadi? Untuk beberapa orang, perasaan menjadi juara itu menjadi sesuatu yang ‘nagih’. Hal tersebut seringkali membuat mereka terlihat sebagai orang yang ambisius. Namun di sisi lain, memiliki ambisi dan mental juara adalah modal yang penting untuk meraih kesuksesan. Di tahun 2016, kita menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), dimana diberlakukan pasar bebas ASEAN. Kondisi ini memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah di negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara. Hal ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat dan dapat bersaing dengan negara lain, seperti Cina & India untuk menarik investasi asing. Kompetisi pun akan semakin ketat. Indonesia, sebagai anggota ASEAN sudah menyepakati perjanjian ini bersama dengan anggota ASEAN lainnya. Oleh karena itu, Indonesia perlu siap menghadapi MEA. Apa yang dapat menjadi modal para pekerja di Indonesia agar dapat bersaing dengan warga negara asing? Selain memerkaya kompetensi diri, berupa skill, pendidikan, dan pengetahuan yang luas, hal lain yang perlu dimiliki oleh tenaga kerja Indonesia adalah mental juara. Mental juara yang dimaksud adalah orang yang memiliki visi dan ambisi serta mampu menyusun langkah-langkah untuk mencapainya. Nah, bagaimana sih cara untuk menjadi orang yang memiliki mental juara? Orang yang bermental juara memiliki mindset dan kepercayaan bahwa dirinyalah yang akan menjadi nomor satu di dalam sebuah kompetisi. Mindset ini merupakan keyakinan positif yang individu miliki yang membuahkan keoptimisan dalam bekerja. Hal ini juga seringkali tercermin pada aksi dan hasil yang positif individu tersebut. Ketika seseorang sudah menjadi juara dalam pikirannya, ia akan mengeluarkan segala kemampuan dan usahanya untuk menjadi juara dalam tempat ia berkarya dan bekerja. Mengapresiasi dan merayakan setiap kesuksesan kecil adalah hal yang dapat digunakan sebagai salah satu reinforcement dan bentuk reward diri atas kerja keras yang telah dilakukan. Dengan demikian, individu akan terus termotivasi dan menjaga agar tetap optimis dalam bekerja. Kesuksesan besar tercipta dari kesuksesan-kesuksesan kecil. Kesuksesan kecil inilah yang akan mendorong individu bekerja lebih keras meraih sukses yang besar. Seorang yang memiliki mental juara akan fokus pada solusi, bukan membuat alasan. Menyalahkan keadaan atau orang lain akan menghalangi kita untuk merumuskan solusi. Seseorang dengan mental juara akan berfokus pada apa yang bisa ia lakukan untuk memerbaiki diri ataupun situasi. Ketika ia melakukan kesalahan, ia akan melihatnya sebagai suatu media untuk belajar, sehingga kelak dapat dengan sukses mencapai apa yang ia inginkan. Penghargaan terhadap proses merupakan hal yang seringkali tidak dilakukan oleh kita karena terlalu fokus terhadap tujuan akhir. Kita perlu menanyakan kembali kepada diri kita, sudahkah saya merasa bahwa saya memiliki kemampuan untuk menjadi pemenang? Champions aren’t born, they are shaped. Bentuk mindset, kepercayaan, dan ekspektasi yang positif, sehingga semua aksi yang kita keluarkan mengarahkan kita pada tujuan akhir kita, yaitu meraih kesuksesan. Source From

Media Sosial