Menaker Khawatir Bonus Demografi Malah Jadi Bumerang


Menaker Khawatir Bonus Demografi Malah Jadi Bumerang Indonesia disebut-sebut bakal mendapatkan bonus demografi pada 2020-2030. Diprediksi jumlah penduduk Indonesia bakal didominasi oleh usia produktif. Sementara jumlah penduduk usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun hanya sekira 30 persen. Banyak pihak memandang bonus demografi tersebut merupakan berkah yang bisa dimanfaatkan. Namun Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri melihat hal tersebut justru bisa menjadi bencana. "Kalau sekarang kita bilang bisa menikmati bonus demografi tapi ketika tidak bisa mengatasi permasalahan yang ada saat ini, bonus demografi ini bisa menjadi bencana," tuturnya di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (9/5/2016). Permasalahan yang dimaksud Hanif merupakan yakni dari total penduduk usia produktif yang ada saat ini, 68 persennya hanya mengenyam pendidikan SD dan SMP. Kebanyakan dari kelompok tersebut merupakan pengangguran yang tidak memiliki keterampilan. "Kalau itu tidak dibenahi, nantinya akan banyak anak-anak muda yang orang tuanya hanya lulusan SD yang tidak punya keterampilan," imbuhnya. Untuk itu Hanif menekankan, saat ini seluruh pemangku kepentingan yang ada di Indonesia harus berupaya mengatasi permasalahan tersebut agar bonus demografi tersebut benar bisa menjadi berkah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memaksimalkan balai-balai latihan kerja (BLK) yang ada. Dia menegaskan, saat ini seluruh BLK harus menghapus persyaratan-persyaratan yang ada dan menerima seluruh calon peserta pelatihan tanpa pandang bulu. "Dulu saya dengar mau masuk BLK harus minimal lulus SMA. Tapi 68 persen hanya lulusan SD dan SMP. Mereka sudah tua, mau sekolah lagi tidak bisa, bunuh diri jadinya. Jadi seluruh BLK tidak boleh lagi menggunakan syarat formal atau usia. Jadi semua harus dikasih akses," tegasnya. Source From okezone.com

Media Sosial