Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri mendorong mahasiswa IAIN menjadi pribadi unggul dan berdaya saing agar jika lulus kuliah mampu bersaing di masyarakat luar.
"Saya mendorong mahasiswa/mahasiswi IAIN menjadi pribadi berdaya saing sehingga nanti kalau lulus bisa berkompetisi di masyarakat," ujar Menaker Hanif saat memberikan sambutan pada acara Seminar nasional dan Rakornas Forum Mahasiswa Ushuluhudin Nasional (Formadina) di auditorium IAIN STS Jambi kampus Telanaipura, Jambi, Senin (4/4/2016).
Seminar nasional dan Rakornas Formadina bertema "Membangun Mahasiswa yang berkualitas dan kompetitif salam menghadapi tantangan di era Masyarakat Ekonomi Asean".
Kepada sekitar 1000 mahasiswa yang hadir, Menaker menganalogikan daya saing dengan lelaki yang tak memiliki wajah ganteng.
"Caranya agar kompetitif, maka lelaki harus memiliki rayuan maut. Itu bagian daya saing harus kita ciptakan, " katanya.
Untuk menciptakan mahasiswa berdaya saing atau pribadi unggul, maka kata Menaker mahasiswa tersebut harus melengkapi dirinya dengan seperangkat kualifikasi, karakter, inovasi dan kreatifitas untuk memudahkan masuk pasar kerja dengan baik atau berwirausaha.
"Dalam konteks ketenagakerjaan, yang harus disiapkan adalah menyiapkan tenaga kerja berdaya saing dan kompeten," ujarnya.
Masih dalam sambutannya, Menaker Hanif mengingatkan lulusan mahasiswa berdaya saing itu diperlukan mengingat negara Indonesia surplus tenaga kerja.
Saat ini masih besar tenaga kerja berpendidikan rendah sekitar 50,83 juta dengan dominasi lapangan kerja sektor informal sekitar 66.3 juta.
Kondisi tersebut lanjut Menaker mengakibatkan besarnya tantangan yang dihadapi bangsa untuk peningkatan produktivitas nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun menghadapi era global.
"Kita juga masih menghadapi adanya kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja dengan luaran pendidikan. Sementara di sisi lain, kita mengharapkan luaran institusi pendidikan dapat langsung diserap oleh pasar kerja, khususnya pendidikan tinggi," katanya.
Ditambahkan Menaker, MEA sebagai suatu proses terus mengalami akselerasi.
Keadaan tersebut mengisyaratkan relasi antar kekuatan bangsa-bangsa di wilayah Asean akan sangat diwarnai kondisi ekonomi, sosial, politik, hukum, iptek suatu negara.
Menurut Menaker Hanif, integrasi Asean membawa konsekuensi setiap negara untuk menata kembali posisinya dalam hubungannya dengan bangsa lain di wilayah Asean.
Salah satu relasi hubungan antar negara antara lain terkait dengan aspek ketenagakerjaan. Dalam dokumen blueprint Asean disebutkan adanya free flow of labour skills yaitu terjadinya arus mobilitas tenaga kerja trampil atau profesional antar negara. Hal ini akan berdampak pada persaingan tenaga kerja semakin ketat.
Source From Tribunnews.com
Menaker Dorong Mahasiswa Miliki Daya Saing Usai Kuliah
On 2016-04-13 09:22:24 1904