Tahun 2016 adalah tahun yang menjanjikan bagi beberapa kalangan. Terbukanya Indonesia dalam perekonomian melalui MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), memudahkan akses untuk melakukan penjualan ataupun pembelian barang dan jasa dengan mudah. Hal ini juga membuka kesempatan bagi para tenaga kerja Indonesia untuk bersaing dengan para tenaga kerja dari luar negeri. Namun, apakah para tenaga kerja Indonesia mampu bersaing secara kompeten dengan tenaga kerja yang dihasilkan negara-negara lain?
Pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sri Adiningsih menyatakan bahwa secara umum tenaga kerja Indonesia belum mampu secara kompeten untuk bersaing dengan tenaga kerja dari negara-negara lain. Terdapat kurang lebih 300 ribu sarjana yang masih menganggur pada bulan febuari 2015. Angka ini bertambah sebesar 90 ribu dari bulan Agustus 2014. Data sederhana ini membuktikan bahwa, kini memiliki gelar sarjana tidak menjamin kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan. Untuk itu perlunya pendidikan-pendidikan tambahan guna meningkatkan kualitas diri dalam bekerja.
Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan daya saing dalam bekerja. Pertama, meningkatkan kemampuan berkomunikasi terutama kemampuan berbahasa asing dan kemampuan public speaking. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut para tenaga kerja dapat mengikuti pendidikan formal atau kursus-kursus bahasa asing. Bahasa asing yang harus dipelajari terlebih dahulu adalah Bahasa Inggris karena Bahasa Inggris telah menjadi bahasa yang digunakan secara global. Tidak hanya mampu berbahasa asing secara tertulis namun kefasihan berbicara juga dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dalam bekerja. Kemampuan public speaking juga dibutuhkan untuk menyampaikan pendapat dan meyakinkan khalayak.
Kedua, mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan tersertifikasi sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan digeluti. Hal ini sangat dibutuhkan karena tidak seluruh keahlian ataupun ilmu yang dibutuhkan dalam bekerja dapat dipelajari di dunia pendidikan formal. Kini banyak penyelenggara pelatihan membuka sertifikasi berskala internasional seperti Certified Registered Tax Preparer (CRTP), Certified Graphology Analysis (CGA), Certified Employee Benefit Specialist (CEBS), Workers Compensation Law Certified Specialist, dan masih banyak contoh sertifikasi lainnya. Selain memberikan pengetahuan dan kemampuan terkait, sertifikasi juga meningkatkan daya saing dalam bekerja ataupun melamar pekerjaan.
Ketiga, fresh graduate dapat meningkatkan kemampuan dengan mengikuti program pendidikan lanjutan yaitu program pascasarjana atau yang dikenal dengan S2. Program pendidikan lanjutan dapat meningkatkan prospek untuk mendapatkan pekerjaan, dan dalam bekerja lulusan S2 umumnya mendapatkan kesempatan promosi dan gaji yang lebih besar pada umumnya. Pendidikan S2 bukan hanya sebagai peningkatan karir, namun pendidikan tersebut juga menjadi investasi masa depan. Keempat, fresh graduate dapat mencari pengalaman kerja ataupun pengalaman organisasi.
Pengalaman kerja dapat dicari dengan mengikuti freelance, part-time, ataupun mengikuti program internship, sedangkan pengalaman organisasi dapat dicari melalui kegiatan ataupun komunitas-komunitas sosial. Hal ini dibutuhkan karena tidak semua kemampuan ataupun ilmu pengetahuan hanya didapat secara formal. Beberapa kebutuhan dalam dunia professional seperti karakter, etika kerja, kemampuan berkomunikasi, dan kordinasi dalam bekerja hanya didapatkan melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi saat bekerja.
Sekarang, kembali di diri Anda masing-masing. Apakah Anda sudah siap menghadapi persaingan yang akan dihadapi di MEA 2016? Sejauh mana kesiapan Anda dalam menghadapi persaingan dengan tenaga kerja dari luar negeri? Bukankah ada baiknya mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bekerja? Bagaimana Anda mempersiapkan diri Anda kembali ke tangan Anda masing-masing. Yang penting apapun pilihan yang Anda ambil dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi Anda dalam bersaing.
Source From okezone.com
Mempersiapkan Diri untuk Menghadapi Dunia Professional
On 2016-06-09 02:22:13 1796