Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat Jodi Janitra menyebut bahwa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebangai tantangan dan ancaman. Hal itu seiring belum adanya peluang di sana, bahkan informasi yang digembor-gemborkan pun masih terlalu kulit luar.
Dia mencontohkan aturan pergerakan barang antar negara, apakah sudah gratis atau masih bertarif?.
Jodi memahami MEA seperti pasar tunggal Eropa, yang mana barang dari satu negara ke negara lain di Eropa diberlakukan tanpa tarif alias gratis. Seperti contoh kasus pada tahun 2012 ketika dia ingin membuka jaringan usaha di Singapura.
Waktu itu harus punya partner lokal, dengan aturan Dinas Tenaga Kerja di sana enam banding satu (6 tenaga kerja Singapura 1 tenaga kerja Indonesia).
“Di belakang Bandung Indah Plaza (BIP) Hipmi Jabar membuat food court kaki lima. Ada salah satu pedagang dari perusahaan burger Malaysia. Awalnya tukang goreng burgernya orang Malaysia. Kok pengusaha mereka udah masuk sini,” terang Jodi, Senin (21/3/2016).
Padahal Jodi yang menggeluti usaha kuliner hanya butuh empat orang sehingga tidak memungkinkan mempekerjakan seorang manajer sekalipun asal Indonesia.
MEA 2016 Masih Dikonotasikan Sebagai Tantangan dan Ancaman
On 2016-03-27 14:29:38 1129