MEA 2016 Dorong Tumbuhnya Industri Fashion


MEA 2016 Dorong Tumbuhnya Industri Fashion Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, berlakunya MEA merupakan peluang yang diyakini bisa mendorong pertumbuhan industri kreatif. Salah satu adalah bisnis fashion yang terus berkembang di tanah air. "Apalagi kita sudah banyak melahirkan desainer-desainer muda yang memiliki gaya khas untuk dipamerkan, baik di dalam maupun luar negeri," papar Triawan di Jakarta, baru-baru ini. Berlakunya MEA, lanjut Triawan, bertujuan untuk menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan kesatuan basis produksi. Akan terjadi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal, serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN. "Pemerintah mendorong masyarakat terutama generasi muda untuk melihat MEA sebagai peluang dan momentum untuk memacu diri," paparnya. Dalam kesempatan yang sama, Aida Nurmala, Chief Executive Officer (CEO) Studio One, salah satu industri yang bergerak di bisnis event organizer busana, berpandangan sama. Bahwa MEA merupakan sebuah momentum yang menjanjikan. "Saya melihatnya dari aktivitas perusahaan, biasanya peak sessionnya lebih banyak, sekarang menjadi lebih sedikit," kata Aida. Menurut Aida, Studio One merupakan bsebuah brand pelopor baju siap pakai (ready-to-wear) karya desainer ternama di industri fashion tanah air. Sebelum era ready-to-wear hadir, pembeli biasanya mendatangi desainer untuk memesan baju sesuai ukuran dan gaya yang diinginkan. Baju yang diperagakan di fashion show tersebut langsung dijual. Hasilnya, dipergunakan untuk produksi selanjutnya. Berawal dari produsen baju ready-to-wear, Studio One kemudian mengubah struktur bisnisnya menjadi sebuah fashion coordinator yang sekarang lebih dikenal sebagai Event Organizer. Beberapa nama kondang yang Studio One berhasil telurkan melalui fashion show tunggal adalah Tri Handoko, Stella Rissa, Tex Saverio, Hian Tjen, dan Urban Crew. Ada lagi desainer Indonesia terkemuka sepert Biyan, Sebastian Gunawan, dan Didi Budiardjo juga mempercayai Studio One sebagai pelaksana pagelaran busana mereka. Kata Aida, perlu keseimbangan agar passionnya tetap terjaga dengan melahirkan produk bisnis baru. Didasari dengan niatan tersebut, Studio One kini juga hadir sebagai digital content creator. "Dengan perkembangan jaman yang begitu cepat dan dinamis, saya ingin mengembangkan Studio One untuk menjadi content creator ataupun provider di dunia digital. Saya ingi membuat sesuatu yang bernilai bagi bangsa Indonesia," ujar Aida. Di bawah divisi tersebut, ada tiga produk yaitu Visionare, Party Madness dan Moonsters yang menyediakan berbagai macam konten berupa video, foto dan artikel dari talenta-talenta kreatif Indonesia di industri fashion dan kehidupan malam (nightlife). Source From inilah.com

Media Sosial