Tenaga Kerja yang Miliki Sertifikat Keahlian Masih Minim


Tenaga Kerja yang Miliki Sertifikat Keahlian Masih Minim YOGYAKARTA - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta mencatat tenaga kerja yang memiliki sertifikat keahlian profesi terbilang sedikit. “Jumlahnya masih terbatas, dari sektor wisata, otomotif. dan garmen. Banyaktenagakerjayang belum bersertifikasi,” kata Kepala bidang Pengembangan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Iriyanto Edi Purnomo Iriyanto mengakui, di Kota Yogyakarta memang belum ada lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat profesi. Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng Dinas Tenaga Kerja DIY dan JTTC untuk mengakomodasi para tenaga kerja yang ingin mencari sertifikasi. “Kalau pekerja lokal jarang, kami akan targetkan pekerja berskala Internasional. Tenaga kelistrikan juga dilirik dan wajib bersertifikat keahlian untuk bekerja di perusahaan,” kata Iriyanto. Iriyanto menambahkan, 2017 seluruh tenaga kerja di Kota Yogyakarta ditargetkan bisa bersertifikat agar tetap mampu bersaing seiring pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Saat Hari Buruh 1 Mei lalu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X minta agar para pekerja di DIY mengantongi sertifikat profesi. Jika tidak, keberadaan pekerja lokal dikhawatirkan akan tergerus oleh pekerja asing. “Tahun ini bagian dari MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), tahun 2017 ASEAN-China, 2020 totally global. Tak ada pilihan, mau tak mau, mampu tak mampu, memasuki kompetisi antar bangsa,” kata Sultan di sela-sela acara jalan sehat memperingati Hari Buruh (May Day) di Balai Kota Yogyakarta. Diakui Sultan, berdasar standar World Trade Organization (WTO), sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tidak sekadar berbekal ijazah saja tapi juga memiliki sertifikat profesi. Pemda DIY saat ini tengah mencari jalan keluar agar pasar pekerja lokal tetap diuntungkan akibat globalisasi. Sultan juga berharap Badan Nasional Standarisasi yang mengurusi sertifikasi produk industri dan SDM bisa melaksanakan tugas sebaikbaiknya sehingga bisa mempercepat proses sertifikasi. Para pekerja dimintai komitmennya juga apakah memiliki kemauan untuk meningkatkan profesionalisme atau tidak. “DIY tak ada pilihan, harus menginternasional. Bersaing tak hanya produk tapi pekerja juga harus berkompetisi,” ucap Sultan. Source from okezone.com

Media Sosial