Kerja di Luar Negeri, Basisnya Mutlak Kompetensi


Kerja di Luar Negeri, Basisnya Mutlak Kompetensi Besarnya peluang untuk bekerja di luar negeri mengharuskan Indonesia menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Kompetensi sesuai kebutuhan pasar di luar negeri akan menjadi bekal Tenaga Kerja Indonesia (TKI), termasuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlangsung penerapannya pada akhir 2015. “TKI yang bekerja ke luar negeri harus berbasis kompetensi, sehingga memiliki daya saing, mendapatkan perlindungan hukum, dan menjadikan dirinya bermartabat di negeri orang,” ujar Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) I Badan nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Naekma. “Peluang tersebut membawa banyak manfaat. Di antaranya, membuka akses informasi untuk bekerja ke luar negeri, peningkatan pendidikan masyarakat, penambahan pengalaman dan meningkatkan wawasan,” lanjut Naekma. Selain itu, bekerja di luar negeri menjadi peluang untuk memperoleh keterampilan baru dan brain gain, sekaligus menjadi duta kebudayaan. MEA, imbuh Naekma, menandai babak baru sejarah integrasi ekonomi di Kawasan Asia Tenggara dan langkah awal bagi Indonesia mempersiapkan diri menjadi pemain global. “Tidak mudah bagi BNP2TKI menjawab tantangan global terhadap ketersediaan kompetensi sertifikasi profesi nasional maupun internasional. Oleh karena itu besar harapan kami kepada para wisudawan dan wisudawati untuk tidak berhenti disini saja, tetapi terus memacu diri untuk selalu meningkatan kompetensi diri,” tambah Naekma. Kompetensi, imbuh Naekma, juga tetap dibutuhkan untuk bekerja di dalam negeri. "Kita harus berjuang bersama–sama memajukan negeri ini dalam membangun ‘Indonesia in Corporated’. Kita tunjukan kompetensi anak–anak bangsa ke kancah internasional melalui penyelarasan kompetensi dunia pendidikan dan dunia kerja,” papar dia. Untuk itu, menurut Naekma, BNP2TKI senantiasa terbuka untuk berkoordinasi serta bersinergi dengan institusi pemerintah, lembaga pendidikan, pelatihan, dan asosiasi profesi. “BNP2TKI menyadari bahwa tantangan perubahan ini tidak mudah,” kata dia. Cara pertama yang dilakukan BNP2TKI untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat adalah lewat pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. Dengan harapan pelayanan lebih cepat, terjangkau, profesional, efisiensi, dan transparan. Source From kompas.com

Media Sosial