Kemnaker bertekad wujudkan tenaga kerja kompeten


Kemnaker bertekad wujudkan tenaga kerja kompeten Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Khairul Anwar menegaskan, upaya mewujudkan tenaga kerja yang kompeten merupakan tanggung jawab bersama antara asosiasi perusahaan atau pengusaha dengan pemerintah. "Kami senantiasa bekerjasama dengan assosiasi untuk bangkit bersama dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja kita dalam menghadapi globalisasi," kata Khairul saat membuka secara resmi pameran dagang Expo Clean and Expo Laundry 2016 di JIE Kemayoran, Jakarta, Kamis. Khairul menjelaskan, setidaknya, ada tiga pilar yang yang harus diperkuat guna mewujudkan tenaga kerja yang kompeten, yakni, standar kompetensi, pelatihan berbasis kompetensi, dan sertifikasi tenaga kerja. Saat ini, katanya, persoalan standar kompetensi tenaga kerja Indonesia di berbagai bidang masih jauh dari harapan. Ke depan, asosiasi pengusaha dan perusahaan bersama kementerian teknis terkait perlu menyusun pemetaan standar kompetensi di masing-masing sektor ketenagakerjaan. Sementara itu, soal pelatihan berbasis kompetensi, sambungnya, bisa memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh daerah di Tanah Air. Saat ini, terdapat sekitar 279 BLK di seluruh Indonesia. Sebanyak 17 diantaranya milik Kemenaker dan sisanya milik swasta. "Soal sertifikasi tenaga kerja, ini ke depan harus dipersiapkan dengan baik agar kompetensi tenaga kerja kita tak lagi dipertanyakan oleh perusahaan pengguna." tutur Khairul. "Semua profesi yang mengikuti kegiatan pameran Expo Clean and Expo Laundry ini turut senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas pekerjanya, kompetensi SDM-nya," ujarnya.

Media Sosial