Bekraf Fasilitasi Sertifikasi SDM Ekonomi Kreatif


Bekraf Fasilitasi Sertifikasi SDM Ekonomi Kreatif JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) memfasilitasi peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di ekonomi kreatif dengan meluncurkan Program Fasilitasi 5.000 Sertifikat Profesi Bidang Ekonomi Kreatif untuk Negeri. Program fasilitasi ini terselengggara atas kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika dan diberikan untuk 130 peserta. “Dibukanya akses Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi momentum yang melecut kita untuk bergerak lebih cepat, kita butuh pelaku-pelaku ekonomi kreatif yang mampu bersaing baik di level nasional, regional maupun internasional,” kata Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi Bekraf Ari Juliano Gema, kemarin. Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang membuat kompetensi industri ekonomi kreatif di lingkungan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), semakin menantang. “Dalam konteks ini, kita harus menyiapkan diri dengan cara meningkatkan keahlian dan ketrampilan tenaga kerja dalam negeri, ini merupakan faktor penentu keberhasilan untuk memenangkan persaingan, termasuk mengisi lowongan pekerjaan pada sektor-sektor industri ekonomi kreatif,” kata Ari. Salah satunya, dengan melaksanakan berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan sesuai dengan Standar Kinerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) . Sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggungjawab pada pengembangan ekonomi kreatif, Bekraf melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika, melakukan serangkaian pelatihan dan sertifikasi profesi terhadap para pelaku/calon pekerja di bidang ekonomi kreatif. Program Fasilitasi Sertifikasi Profesi Bidang Ekonomi Kreatif dimulai dengan kegiatan pelatihan dan sertifikasi profesi Junior Digital Artist Batch 1 pada tanggal 17-19 Februari 2016 di Jakarta dengan peserta 130 orang peserta hasil seleksi dari 600 orang lebih pendaftar. Peserta berasal dari lulusan tingkat pendidikan SMK, D3 dan S1 yang belum bekerja. “Paling tidak, dalam 5 tahun ke depan, kita butuh 1 juta tenaga kerja dan pelaku bidang ekonomi kreatif yang bersertifikat standar nasional hingga internasional dan oleh karena itu, fasilitasi sertifikasi profesi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individual, melainkan juga posisi tawar dan daya saing di dunia industri ekonomi kreatif,” ungkap Ari. Selanjutnya, program ini akan dikembangkan di 16 daerah, dari tingkat provinsi, sampai kabupaten dan kota, dengan memprioritaskan 16 subsektor ekonomi kreatif yang telah memiliki SKKNI dan LSP. Source From indotelko.com

Media Sosial