8 Profesi Bebas Bekerja Lintas ASEAN, Baru Tenaga Pariwisata Yang Dibuka


8 Profesi Bebas Bekerja Lintas ASEAN, Baru Tenaga Pariwisata Yang Dibuka Jakarta -Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah dimulai, ada 8 profesi dibebaskan bekerja lintas negara di Asia Tenggara. Profesi tersebut meliputi insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis, dan perawat. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Hary Sudarmanto menjelaskan, saat ini profesi yang baru efektif dibebaskan di Indonesia hanya untuk lowongan kerja di sektor pariwisata. "Yang baru kita recognize baru tenaga pariwisata. Tidak sekonyong-konyong semua profesi masuk, masing-masing ada agreement, kalau dari agreement di kita yang di-recognize baru pariwisata," ujar Hary ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (21/4/2016). Baru dibukanya sektor pariwisata, diungkapkannya, karena kementerian terkait masih merumuskan syarat-syarat yang harus dipenuhi Tenaga Kerja Asing (TKA). Hary mengungkapkan, dengan prinsip resiprokal, hal itu pula yang juga diberlakukan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) jika ingin bekerja ke negara-negara ASEAN pada 8 profesi tersebut. "Dokter dan lain-lain belum boleh, karena ada aturan dari kementerian masing-masing yang terkait. Karena harus ada resiprokal juga, dibolehkan kalau sudah lakukan MRA (Mutual Recognition Agreements). Kemudian akuntan, surveyor, harus recognized dulu," jelas Hary. Selain itu, dia mengungkapkan, setelah dibuka sesuai kesepakatan MRA nantinya pada 7 profesi lainnya setelah tenaga pariwisata, TKA juga harus memiliki izin usaha praktik yang dilakukannya di Indonesia. "Tetap berdasarkan izin, orang asing buka toko yah punya izin dong. Yang lokal saja harus punya izin," kata Hary. Hary menuturkan, dirinya belum memiliki data jumlah tenaga pariwisata dari TKA yang masuk setelah diberlakukannya MEA. "Datanya belum ada," pungkasnya. Source from detik.com

Media Sosial